March 18, 2011

Ama

reactions 
Saat bungkam
Mataku hanya bisa terpejam
Riuk ramai orang berteriak
Tangis yang bergema
Aku tetap tidak mau mendengar

Saat itu kau hanya diam
Kami menyeru nama-Mu
Kau diam
Dari ujung batas kerelaan
Kami memanggil namanya
Namun dia sudah tidak bernyawa

Semua tidak pernah kukira
Karena sesungguhnya kami sangat bahagia
Tanpa ada sutradara, dan kami tidak bermain drama
Ara baru berusia 5 bulan
Belum bisa berbicara
Namun mata mungilnya tentu berkata
Ibu, Ayah kemana?

Maha Besar RencanaMu
Maha Suci Rahmat & LindunganMu
Sungguh sedikit yang kutahu
Hanya satu...
Engkau pasti sangat mencintai suami-ku







*inspired by a true story.
An old friend, which her life story couldn't make me stop thinking about it.
For Yuni Amalia, your life story moved me.

0 comments:

Harus Diintip

Saya Ini

My Photo
Pria sederhana yang sedang menjalani hidup dengan berbagai caranya. Lebih memikirkan orang lain dan sekitar daripada diri sendiri. Berpikir bahwa kebahagiaan bukanlah keegoisan. Ah ya, tidak perlu merasa aneh.. Saya ini..Cukup ramah untuk dijadikan kenalan. Cukup nyaman untuk dijadikan teman. Cukup loyal untuk dijadikan sahabat. Cukup sabar untuk dijadikan sandaran. Cukup dewasa untuk diartikan, dan cukup mumpuni untuk dijadikan Nabi. Oh, tidak perlu protes. Ini hanya saya lagipula.