February 09, 2011

Milestones

reactions 
What have been...in the past 1,5 years.

Terakhir gua menulis di blog adalah Agustus 2009. Cukup lama. Cukup rindu. Cukup kehilangan naluri menulis. :p
Well, memang harus diakui kadang pekerjaan daily 8 to 8 bisa lebih menyita waktu dan pikiran.
Sometime we have to choose, but passion still have to be priority.

I am married now.
Gua punya istri yang cantik, saleh, baik dan melengkapi.
Tuhan artinya sudah mempertemukan gua dengan jodoh gua. Yang alhamdulillah dan semoga memang selamanya. Amin.


Agustus 2009
In love life, gua sempat berada pada zona panas di bulan ini. Don't know if that has caused me stop writing temporarily. We got an issue, kinda huge and lasts for weeks.

Ada hikmahnya untuk masa-masa ini...
Pada saat itu gua sedang dalam masa untuk memutuskan untuk meneruskan ke jenjang lebih tinggi (kerennya, ngelamar), dan membeli rumah bersama.

Hikmahnya adalah, dari sisi manapun kita melihat sebuah perkara. Maka dari sisi itulah yang terjadi akan kejadian. Ngerti?

Dude, if you think that this is wrong, then it's gonna be wrong.
But if you think this is right, then it's gonna be right.

Kita bisa berpikir bahwa masalah-masalah tersebut adalah petunjuk dari Tuhan untuk membatalkan, atau sebaliknya kita bisa berpikir bahwa ini adalah ujian dari Tuhan untuk semakin melatih mental dan menguatkan ikatan yang ada.

Mau menjadi pisau tajam yang lancar menjalani kehidupan, maka belajarlah untuk diasah.

Like i said, i'm married now...so you know which option i had chosen.


September 2009
Gua dan calon istri membeli rumah bersama. Di Bandung. Why Bandung? Karena disanalah gw berencana menghabiskan waktu 15 tahun mendatang.
Perumahan yang gua pilih sangat asri dan peaceful. Dan gua yakin 15 tahun mendatang tempat itu masih bisa mempertahankan kondisinya seperti saat ini...hope so :)


Oktober - November 2009
30 September 2009, Indonesia dilanda salah satu bencana alam terbesar dalam sejarahnya.
Gempa bumi di Padang. Dari hasil googling, sedikitnya 1100 orang tewas dan terkubur dalam reruntuhan.
Salah satu dampaknya adalah putus dan terisolasinya komunikasi bagi Padang. Network Indosat salah satunya, sebagai customer gua.
So i went there...assigned there, for the whole month.

Short story, project Padang Recovery Network berjalan mulus. As targeted. Much faster malah :)
Ini pengalaman berharga buat gua sebagai responsible PIC untuk project ini.

Selama disana banyak kejadian yang layak diingat (untung gua mulai nulis lagi, jadi inget. Tadinya sempet lupa)...
Dari mulai susahnya nyari hotel...lha roboh semua. Dan kalaupun ada hotel, kamarnya ngga ada, FULL.
Gara-gara semua manusia dari mulai dermawan, sukarelawan, kawan-kawan, kumpul semua jadi satu di kota itu. Mencoba membantu sesamanya yang tertimpa musibah.
Tenda-tenda darurat di lapangan pinggir jalan berserakan, dari PMI, UN, dan beberapa NGO.
Puing-puing bangunan bertebaran ke jalan.
Mungkin tidak separah kota pasca bom atom, tapi ini sungguh...menyedihkan.

Air susah dimana-mana. Kami sempat mandi dengan air yang berwarna coklat. Air tanah.
Air bersih untuk minum juga sulit, intinya pasokan logistik serba kesulitan.

Bukan cuma hal-hal fisik yang jadi kendala disana. Hal psikis juga menjadi kendala.
Salah seorang dari tim kami yang berada di Padang saat gempa terjadi, mengalami trauma yang mendalam tentang gempa.
Pasca gempa dashyat 30 Sep 09, sering terjadi beberapa gempa susulan (kecil) ketika tengah malam. Rekan kita tersebut sering tiba-tiba bangun "terhenjat" dari kasurnya, berteriak-teriak dan lari keluar kamar, melesat seperti dikejar maho.

Gua dan rekan lain yang tidak tahu rasanya gempa dashyat, pada awalnya tertawa dan merasa lucu.
Tapi lama kelamaan dan setelah beberapa kali kejadian yang sama..gua mulai mengerti.
Gempa tersebut memang menimbulkan trauma yang sulit dilupakan.
Dia berada di dalam mobil saat gempa terjadi. Dan mobilnya "ajrut-ajrutan" ke udara, dengan ketinggian dari tanah sekitar 30cm. Kebayang gile kan...
Gempa di Padang adalah gabungan horizontal dan vertikal. Biasanya gempa standar hanya horizontal or hanya vertikal.
Ditambah dia ngga bisa keluar dari mobil...ngga bisa bergerak. Dan bangungan di sisi kanan-kirinya mulai rubuh, dengan orang-orang mulai berlarian dan berteriak.
I cannot imagine the fear at that moment...

Oiya, rekan kita itu berasal dari Sumatra Utara..berbadan tambun dan berwajah seringai.
Tapi tetap saja, bencana bisa mengalahkan seringainya. (ya iyaa lah)


November 2009
Prosesi resmi lamaran dilakukan...yes, it's semi official :)
Thank you & proud of my dad who did his responsibility took the speech and proposed.


Mei 2010
Finally we got married. Gua bersyukur kepada Tuhan karena telah memberikan istri yang sangat melengkapi. Tuhan juga telah melancarkan segalanya.
Do you know the times that we did not have enough faith for miracles?
Ketika merencanakan sebuah pernikahan, selama keyakinan itu ada...keyakinan itu tetap dipertahankan...dan selama keyakinan itu kita yakini. YES, it all works out!
No i'm not joking.
Tuhan memang benar-benar bekerja dengan caranya sendiri.
Banyak yang masih ngga percaya sama hal ini, terutama mereka yang pada mau nikah dan percaya bahwa mereka adalah orang paling pusing sedunia.
Setelah ngitung sana-ngitung sini, biasanya hal pertama yang dirasain adalah mual-mual atau hampir pingsan.

Trust God, it WORKS*..setidaknya dalam hal getting married, i'm already experienced :)

*bukan, itu bukan iklan L-MEN


September 2010
Ngga bermaksud sombong....dan ngga juga bermaksud menunjukkan kalau gua yang ganteng sejagat ini kampungan.
Tapi...inilah kali pertama dalam hidup gua, akhirnya gua keluar negeri.
wkakakakwkwkwka..
Dan alhamdulillahnya, ini liburan, bukan dinas :p *plakk*
Ceritanya ke Bangkok - Pattaya 4D3N (buat yang belom ngerti itu artinya 4 Days 3 Nights, bukan 4 Dada 3 Nasi).
Yang menjadi memori adalah:
- Calon istri (memang pada saat itu Esti belum jadi istri) nekad beli tiket promo Air Asia, Sep 2009.
- Gua marah-marah. Bukannya nabung buat nikah. Ehyakomalah beli tiket jalan-jalan
- Yang beli tiket banyak. Semua temen kantornya Esti dan pasangannya masing-masing. Total 7 orang.
- Reaksi gua negatif. Ngga mau ikut campur planning tour nya, milih-milih tempat wisatanya, hotelnya dll. Soalnya kesel...buang-buang duit.
- Pasca nikah, lumayan ternyata dapet duit nyecep banyak juga :p ha ha ha
- Okelah, gua mulai aktif ikutan planning tour
- Singkat cerita, berangkatlah.

Entah kenapa..tapi rasanya liburan bareng-bareng apalagi kali pertama ke luar negeri, bikin energi jadi refresh and reload. Gua sangat senang.
Conversation pertama saat pesawat akan landing adalah..

"Sayang, aku dimana ini?..."
"Ciee..papuy keluar negeri yaaa, seneng ngga?"
"hmmm..hehe iya, seneng muy" ... "makasih ya sayang, malu aku" *cium ban pesawat
"Tuhh kan, akunya dulu dimarahin...tapi seneng kaan"
Gua..*cium baling-baling pesawat (ada aja?!)





Moral points of that years are :
- Learn to trust God, have faith in what you believe in, dreams in and want to works out.
- Trust your wife. Tuhan telah memberikan makhluk indah ini kedalam kehidupan kita. Apapun keputusan bersama yang diambil, percayalah bersama juga. Tapi tetap berpegang pria adalah kepala keluarga.


Segitu dulu... :)



3 comments:

sonn said...

lo the secret banget dah, hauahwuha..

stay away from me.

Babisuper said...

yakin???

ayu catur said...

keren om story nya :)

Harus Diintip

Saya Ini

My Photo
Pria sederhana yang sedang menjalani hidup dengan berbagai caranya. Lebih memikirkan orang lain dan sekitar daripada diri sendiri. Berpikir bahwa kebahagiaan bukanlah keegoisan. Ah ya, tidak perlu merasa aneh.. Saya ini..Cukup ramah untuk dijadikan kenalan. Cukup nyaman untuk dijadikan teman. Cukup loyal untuk dijadikan sahabat. Cukup sabar untuk dijadikan sandaran. Cukup dewasa untuk diartikan, dan cukup mumpuni untuk dijadikan Nabi. Oh, tidak perlu protes. Ini hanya saya lagipula.