July 17, 2009

Kembali

reactions 
Andai aku dapat kembali ke masa lalu, yang akan pertama kali kudatangi adalah dirimu. Dirimu yang masih lugu, dan selalu diam saat dipukul Ibu.
Aku akan berdiri rendah disampingmu, berbisik dan berkata agar kau tidak perlu mengingat kejadian ini. Karena ketika kau tumbuh dewasa, pukulan ibu adalah bekalmu untuk menjalani hidup.

Aku ingin kembali ke masa lalu dan menghentikan tangismu saat Ayah tak memberimu uang saku untuk membeli bola. Jangan bersedih, itu hanya bola plastik. Tak ada yang kau perlu tangisi, karena nanti Tuhan punya rencana terbaik lainnya untukmu, dan itu bukanlah menjadi pesepakbola bergaji milliar.
Tegapkan dadamu, usap air mata dan tegakkan kepalamu. Percayalah bahwa ibu memarahimu karena Ia sayang, walaupun kau pulang dengan membawa ranking satu.

Aku akan membisikimu agar belajar berpikir positif. Ayah dan Ibu hanya sedang mengajarimu belajar menerima yang terburuk, dan kau akan membutuhkannya saat dewasa nanti. Aku akan memberimu petunjuk agar kau siap, karena saat dewasa nanti dunia terkadang jahat kepadamu. Pada saat itu, biarkan, itu akan memperkuat dirimu.

Aku akan kembali dan menemanimu saat hatimu tersakiti. Mengingatkanmu bahwa kalimat menyakitkan yang mereka utarakan adalah obat. Obat ketika kau terluka di masa yang akan datang. Supaya kau ingat dan tak menghiraukan awan hitam.

Aku ingin kembali ke masa lalu, dan menghiburmu agar kau tak bersedih akan mainan-mainan yang tak kau dapat, akan liburan-liburan yang hanya impian, akan tak adanya elusan di kepala saat kau pulang, atau baju baru disaat lebaran. Aku ingin menghiburmu, untuk masa-masa mu yang hilang.

Andai aku dapat kembali, kan kuingatkan agar kau selalu menyayangi Ibu. Karena tidak ada waktu yang berharga, harta yang melimpah, atau bahkan nyawa seorang manusia yang sebanding dengan eringat, ketuban, dan air susu ibumu.

..dan sebelum aku pergi dari kembaliku, aku ingin membisikimu agar saat dewasa nanti jangan kau pernah menyesali masa lalu. Seperti diriku.

3 comments:

Curly_t@uRus said...

ibu emang segalanya

-nanang- said...

ini soal nostagila. Bicara pada cermin masa lalu..

wahsumur said...

Ku bisa tersenyum akan masa lampau itu.

Harus Diintip

Saya Ini

My Photo
Pria sederhana yang sedang menjalani hidup dengan berbagai caranya. Lebih memikirkan orang lain dan sekitar daripada diri sendiri. Berpikir bahwa kebahagiaan bukanlah keegoisan. Ah ya, tidak perlu merasa aneh.. Saya ini..Cukup ramah untuk dijadikan kenalan. Cukup nyaman untuk dijadikan teman. Cukup loyal untuk dijadikan sahabat. Cukup sabar untuk dijadikan sandaran. Cukup dewasa untuk diartikan, dan cukup mumpuni untuk dijadikan Nabi. Oh, tidak perlu protes. Ini hanya saya lagipula.