April 03, 2009

Tiga

reactions 
Hari ini tiga tahun lalu.
Dirimu terpejam tersenyum dalam belaian malam.
Aku menatap menutupi ketegangan, penuh perasaan memilih antara hari ini atau enggan.
Kau masih tersenyum, terpejam tak mengira.

Selama ini tiga tahun berlalu.
Aku bersyukur melawan enggan saat itu. Karena kau kini milikku.
Menemani aku yang berbahagia, menghibur aku yang bersedih, menghapus penat hari-hariku.
Kau selalu tanpa lelah menemaniku. Selalu. Tanpa kecuali.

Hari ini setelah tiga tahun.
Terimakasih kau yang tidak pernah mengeluh, kau yang selalu menghargai, kau yang selalu percaya, dan kau yang selalu yakin akan diriku apa adanya.
Maaf untuk air mata yang kuteteskan padamu, maaf untuk segala murka yang pernah kulepaskan.
Maaf, dan hingga malam ini aku masih ingin meminta maaf padamu.


Tanpa kasih sayang mu, aku tidak akan menjadi diriku seperti saat ini.



smgsllndh

7 comments:

ezra said...

suit.. suitt.. prikitiww..
ahahaha..
eh, kalo di game kalo udah mati 3kali kan artinya game over.
nah.. ini pertanda apa nih..?

Babisuper said...

Kata siapa?..
Klo pake cheat kan nyawanya bs seratus, Om.

Anonymous said...

Hihihi.. Romantis abis. Andai aku wanita itu. Hehehehehehe.. ;)

aYuaYuaYu said...

Jiyeeee...
Piwiiitt..
Prikitiiiww..

Bikinin donk crt ttg gw,tp critanya kaga 3 thn..dr bnc jd cinta trs pcrn,nikah,pny anak smp skrg...
Yaa..lo tau lah detil crita gw..
Hwekekek..

Selamet..skali lg selamet..

sonn said...

toooooooo twiiiiiiiiiiiiiiitt


jadi, kapan nikah?

Babisuper said...

Sonn : Gw ngedoain lo dulu aja..baru gw.

Brokoli sehat said...

Aiiiih lutunaaa teguuuuh. TEguh manis deeeeh. Sinii tante puk-puk

Harus Diintip

Saya Ini

My Photo
Pria sederhana yang sedang menjalani hidup dengan berbagai caranya. Lebih memikirkan orang lain dan sekitar daripada diri sendiri. Berpikir bahwa kebahagiaan bukanlah keegoisan. Ah ya, tidak perlu merasa aneh.. Saya ini..Cukup ramah untuk dijadikan kenalan. Cukup nyaman untuk dijadikan teman. Cukup loyal untuk dijadikan sahabat. Cukup sabar untuk dijadikan sandaran. Cukup dewasa untuk diartikan, dan cukup mumpuni untuk dijadikan Nabi. Oh, tidak perlu protes. Ini hanya saya lagipula.